TERKINI
f ig t ▶

Tiga Bulan Dibekap Asap, Bayi 4 Bulan di Palembang Berjuang Bernapas Tiap Malam


Palembang -  Sudah tiga bulan Kota Palembang, Sumatra Selatan, dibekap asap pekat karhutla. Warga setiap hari mengeluhkan sulitnya bernapas. Namun yang paling menyayat hati adalah derita anak-anak kecil, yang belum mampu menyuarakan kesakitannya.
 
Salah satunya adalah Aisya, bayi berusia 4 bulan. Ia satu dari sekian banyak balita yang kini berjuang melawan sesak napas di tengah kepungan asap.
 
Dalam gendongan ibunya, Ananda, Aisya terlihat terlelap dengan napas yang terengah-engah. Sesekali batuk kecil memecah keheningan. Wajahnya tampak lelah dan kemerahan. Hari itu, Ananda kembali membawa putri kecilnya berobat ke Puskesmas Jalan Merdeka, Kecamatan Ilir Barat Dua, untuk ketiga kalinya.
 
"Sudah tiga kali datang ke sini, keluhannya tetap sama: batuk, sesak napas, pilek. Sudah lebih dua minggu begini. Kalau malam batuk-batuk, tidak bisa tidur," ujar Ananda dengan suara bergetar.
 
Ia sudah berusaha menutup rapat pintu dan jendela rumahnya agar asap tidak masuk. Namun asap tetap menyelinap lewat celah-celah tak terlihat.
 
"Asap masuk ke dalam rumah, mata terasa perih. Harapannya ada yang menindaklanjuti ini. Sudah banyak korban anak kecil. Kasihan kami para orang tuanya," tambahnya.
 
Malam hari adalah waktu yang paling berat. Saat bayi lain tidur nyenyak, Aisya justru terjaga berjam-jam karena batuk yang tak kunjung reda. Obat yang didapat dari puskesmas belum mampu menyembuhkan sepenuhnya, karena sumber sakitnya — udara yang ia hirup setiap hari — belum berubah menjadi lebih baik.
 
Sepulang dari puskesmas, di tangan kanan Ananda ada plastik berisi obat. Di tangan kirinya, Aisya yang masih berjuang menghirup udara. Perjuangan napas kecilnya belum selesai. Ia terpaksa berebut udara segar yang semakin sulit ditemukan di kotanya sendiri.

HUKRIM

Lihat Semua

PUBLIK

Lihat Semua

NASIONAL

Lihat Semua

SUMUT TERKINI

Lihat Semua

POLITIK

Lihat Semua