MEDAN — Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut), Timur Tumanggor, menegaskan pentingnya pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang berfokus pada program prioritas dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Webinar BPSDM Sumut Sesi XIV bertema “APBD Cerdas: Belanja Efektif, Dampak Maksimal” dari Ruang Rapat Sekda Sumut, Medan, Kamis (3/9/2026).
Webinar ini diikuti oleh 1.400 ASN dari lingkungan Pemprov Sumut, Pemkab/Pemko, serta instansi vertikal.
"Kita perlu mengubah paradigma dari sekadar berapa anggaran yang terserap menjadi apa hasil dan manfaat nyata yang dirasakan publik. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus memiliki arah yang jelas," ujar Timur Tumanggor.
4 Strategi Utama Optimalisasi APBD Sumut:
1. Penyelarasan Prioritas: Belanja daerah wajib selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan daerah demi menjawab kebutuhan riil masyarakat.
2. Perencanaan Berbasis Data: Keputusan anggaran harus didasarkan pada data dan masalah nyata di lapangan, bukan sekadar rutinitas tahunan.
3. Efisiensi Budaya Kerja: Perangkat daerah diminta memangkas pengeluaran yang minim nilai tambah dan mengalokasikannya ke program bernilai manfaat tinggi.
4. Penguatan Pengawasan Internal: Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) difungsikan sejak dini untuk mencegah risiko, mengendalikan inefisiensi, dan menjaga tata kelola.
Kepala BPSDM Sumut, Agustinus Panjaitan, menjelaskan bahwa pelatihan interaktif ini dirancang untuk melatih para ASN dalam menganalisis serta menyusun anggaran berbasis kebutuhan publik.
Langkah ini diharapkan dapat memacu akuntabilitas pengelolaan keuangan publik sekaligus menjadikan APBD sebagai stimulus penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan di Sumatera Utara.
