TERKINI
f ig t

Bobby Nasution Minta Komoditas Ekspor Sumut Ditingkatkan, Dari Durian Hingga Lidi Sawit

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, mendorong percepatan pengembangan komoditas ekspor bernilai ekonomi tinggi di Sumut. Peningkatan produksi pertanian dan perikanan dinilai harus diiringi dengan pengembangan produk turunan, stabilitas pasokan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pasar.

​Arahan tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menerima audiensi Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumut, Prayatno Ginting, di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (7/9/2026).

​Dorong Nilai Tambah Komoditas Pangan dan Ekspor

​Bobby menegaskan bahwa Sumatera Utara memiliki potensi komoditas pangan yang sangat strategis. Menurutnya, strategi ekspor tidak boleh hanya berfokus pada bahan mentah, melainkan pada peningkatan nilai tambah (value-added) yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan produsen lokal.

​"Pengembangan komoditas harus diarahkan agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Stabilitas produksi dan kemampuan memenuhi kapasitas pasar menjadi kunci utama sebelum kita memasuki pasar internasional," tegas Bobby.

​Ia mencontohkan potensi ekonomi di Kepulauan Nias yang masih terkendala kuantitas produksi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut berkomitmen melakukan intervensi kebijakan, seperti penetapan target tahunan komoditas unggulan dan penyediaan anggaran berbasis hasil (outcome-based).

​Potensi Ekspor Sumut Capai Rp8,1 Triliun: Lidi Sawit dan Durian Jadi Sorotan

​Sementara itu, Kepala Balai Karantina Sumut Prayatno Ginting mengungkapkan bahwa potensi ekspor komoditas asal Sumut sangat besar. Sektor perikanan dan peternakan seperti kepiting, udang, dan sarang burung walet tercatat telah menyumbang nilai ekspor hingga Rp8,1 triliun.

​Selain komoditas utama tersebut, ada dua komoditas potensial baru yang sedang dipacu pasar ekspornya:
​Lidi Sawit: Memiliki nilai ekonomi tinggi namun belum tergarap secara maksimal.

​Dalam pertemuan tersebut, Prayatno juga menyampaikan kendala operasional terkait pengujian sampel hama dan penyakit komoditas ekspor yang selama ini harus dikirim ke laboratorium di Jakarta atau Surabaya, sehingga memakan biaya besar.

​Menanggapi hal itu, Gubernur Bobby Nasution merespons positif rencana pembukaan kembali (reaktivasi) laboratorium karantina di Sumatera Utara guna mempercepat proses sertifikasi ekspor dan menghemat biaya para pelaku usaha.

HUKRIM

Lihat Semua

PUBLIK

Lihat Semua

NASIONAL

Lihat Semua

SUMUT TERKINI

Lihat Semua

POLITIK

Lihat Semua